June 20, 2026

adab-sesama-manusia

Pada hari yang mulia dan bulan yang terhormat ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Ketakwaan yang sejati tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam adab dan akhlak yang mulia.

Islam adalah agama yang sangat menekankan adab. Bahkan para ulama mengatakan bahwa adab adalah mahkota kehidupan seorang mukmin. Sayangnya, adab dan akhlak sudah mulai luntur bagi sebagian kaum muslimin, tertutup oleh faham hedonis yang mementingkan kesenangan dunia. Marilah kita renungkan bersama pentingnya adab kepada Allah, Rasulullah, dan sesama manusia, berdasarkan Kitab Minhajul Muslim yang ditulis oleh Abu Bakr Al Jazairi.

Pertama, Adab kepada Allah. Adab seorang hamba kepada Sang Kholiq merupakan adab yang paling utama. Adab ini diwujudkan dengan mengesakan-Nya, menaati perintahNya, menjauhi larangan-Nya, bersyukur atas nikmat-Nya, serta selalu merasa diawasi olehNya. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali Imran: 102) Adab kepada Allah juga ditunjukkan dengan keikhlasan dalam beribadah. Allah berfirman: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Seorang mukmin yang beradab kepada Allah akan senantiasa menjaga shalatnya, memelihara lisannya, menjauhi kemaksiatan, dan menggunakan seluruh nikmat yang diberikan Allah untuk kebaikan.

Kedua, Adab kepada Rasulullah. Setelah adab kepada Allah, seorang muslim wajib beradab kepada Rasulullah, karena beliau adalah utusan Allah yang membawa petunjuk bagi umat manusia. Allah. berfirman: “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat serta banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Bentuk adab kepada Rasulullah adalah mencintai beliau melebihi kecintaan kepada diri sendiri, mengikuti sunnahnya, membela kehormatannya, memperbanyak shalawat, serta menjadikan ajarannya sebagai pedoman hidup. Rasulullah bersabda: “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus diwujudkan dengan mengikuti akhlak dan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, Adab kepada sesama Manusia. Islam mengajarkan agar seorang muslim menjadi pribadi yang membawa manfaat dan kedamaian bagi orang lain. Adab kepada sesama manusia meliputi menghormati orang tua, menyayangi anak-anak, memuliakan tetangga, menjaga amanah, berlaku jujur, dan menjaga lisan dari perkataan yang menyakitkan. Rasulullah bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim) Beliau juga bersabda: “Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Marilah kita menjadikan adab sebagai bagian dari kehidupan kita. Adab kepada Allah diwujudkan dengan ketakwaan dan keikhlasan. Adab kepada Rasulullah diwujudkan dengan kecintaan dan pengamalan sunnahnya. Adab kepada sesama manusia diwujudkan dengan akhlak yang mulia, saling menghormati, dan saling membantu dalam kebaikan, sehingga akan tercipta kehidupan yang penuh keberkahan, persaudaraan, dan ketentraman.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beradab kepada-Nya, mencintai Rasul-Nya, dan berakhlak mulia kepada sesama manusia.

Penjelasan secara terperinci terkait hal tersebut dapat dilihat dalam materi Khotbah / Khutbah Jum’at di bawah ini

Sumber : Group Whatsapp Majelis Tabligh PDM Bantul
tombol-unduh-download-pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *