
Baru saja kita merayakan Idul Adha, hari raya qurban. Jutaan umat Islam di seluruh dunia, termasuk kita, telah melaksanakan ibadah qurban. Hewan-hewan qurban terbaik telah disembelih, darahnya mengalir sebagai tanda ketaatan, dan dagingnya telah didistribusikan. Setelah semua ritual itu berlalu, maka doa yang semestinya kita panjatkan adalah : “Yaa Allah, terimalah Qurbanku.”
Qurban adalah sebuah ibadah, dan orientasi ibadah adalah semata menggapai keridhaan Allah. Di dalam QS Al Hajj: 37 Allah berfirman: “Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah takwa kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini dengan sangat jelas menegaskan bahwa esensi qurban bukanlah pada daging atau darah, melainkan pada ketakwaan shahibul qurban. Taqwa adalah landasan, tujuan, dan ruh dari setiap ibadah kita. Maka, evaluasi ibadah pasca Idul Adha menjadi sangat penting untuk kita lakukan, agar semangat takwa yang kita pupuk saat berqurban masih terus menyala dalam diri kita setelah Idul Adha.
Terdapat beberapa poin penting yang perlu kita perhatikan dalam menjaga semangat pasca Idul Adha:
- Konsistensi Ibadah (Istiqamah). Ibadah qurban adalah sebuah parameter ketaatan seorang hamba. Merupakan salah satu ibadah yang disyariatkan di bulan Dzulhijjah, disamping perintah puasa arafah, serta memperbanyak melantunkan takbir, tahlil, dan tahmid. Pertanyaannya adalah: Bagaimana dengan ibadah-ibadah kita pasca Idul Adha? Allah berfirman di dalam QS Hud : 112 “Maka istiqamahlah (tetaplah pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Hud : 112). Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, semangat berqurban harus kita wujudkan dalam bentuk istiqamah, yaitu konsisten dan berkesinambungan dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah.
- Semangat berkurban untuk Kebaikan. Keteladanan Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya, adalah sebuah pelajaran tentang ketaatan mutlak kepada Allah. Juga merupakan manifestasi kecintaan kepada Allah yang tidak boleh dikalahkan oleh kecintaan duniawi. Hal tersebut memberikan pelajaran kepada kita, bahwa sepenting apapun aktivitas duniawi dan secinta apapun itu, tidak boleh menghalangi kita untuk menempuh jalan dalam menggapai keridhaan Allah dengan berbagai bentuk perjuangan dan pengorbanan, baik itu waktu, tenaga, pikiran, dan harta. Ibadah qurban menjadi spirit bagi kita untuk lebih bersemangat dalam berkurban untuk kemaslahatan umat, dakwah, dan untuk membantu sesama.
- Memperkuat Hablum Minallah dan Hablum Minannas. Ibadah qurban memiliki fungsi untuk mendekatkan diri kepada Allah (hablum minallah), disamping juga memiliki dimensi sosial yang mendekatkan dan merekatkan hubungan sesama manusia (hablum minannas). Semangat ini harus terus kita jaga. Perkuat hubungan kita dengan Allah melalui shalat yang khusyuk, doa yang tulus, dan tilawah Al-Qur’an yang mendalam. Bersamaan dengan itu, perkuat juga hubungan kita dengan sesama manusia. Tingkatkan kepedulian sosial, jalin silaturahmi, ringankan beban orang lain, berikan senyuman, sampaikan kebaikan, dan jauhi segala bentuk permusuhan. Sesungguhnya, agama ini sempurna dengan kedua dimensi ini.
Ibadah qurban adalah sebuah madrasah besar bagi kita yang mengajarkan tentang banyak hal. Marilah kita senantiasa memegang teguh semangat ketaatan dan pengorbanan yang telah kita pupuk selama Idul Adha.
Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini pudar seiring bergantinya hari. Teruslah istiqamah dalam beribadah, teruslah berkorban di jalan Allah, dan teruslah menjadi pribadi yang menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
Semoga selepas idul adha, kita semakin menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taqwa, dan lebih bermanfaat. Semoga Allah menerima qurban kita, dan menjadikan kita hamba-hambaNya yang istiqamah dalam ketaatan. Aamiin.
Penjelasan secara terperinci terkait hal tersebut dapat dilihat dalam materi Khotbah / Khutbah Jum’at di bawah ini
Sumber : Group Whatsapp Majelis Tabligh PDM Bantul
![]()
