October 3, 2026

jauhkan-diri-dari-syirik-dan-tahayul-crop

Ketaatan kepada Allah ditunjukkan dengan kesungguhan kita dalam melaksanakan ibadah dan menjaga diri dari hal-hal yang dilarang, terlebih perkara yang dapat membahayakan aqidah. Untuk menjaga aqidah kita terdapat beberapa yang harus kita jauhi diantaranya yaitu syirik dan takhayul. Mari kita bahas lebih dalam tentang kedua hal tersebut:

Pertama – Syirik. Kata ‘syirik’ berasal dari kata ‘syarika’ yang berarti: berserikat, bersekutu, bersama atau berkongsi. Syirik adalah dosa yang paling besar di sisi Allah, yaitu perbuatan menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya. Dosa ini tidak terampuni kecuali pelakunya bertobat dengan sungguh-sungguh dan tidak mengulangi perbuatan tersebut. Dalam Al Qur’an Allah berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar. (QS. An-Nisa: 48)

Perbuatan syirik dapat menghapus semua amal yang telah kita lakukan sebagaimana Firman Allah: Demikian itu petunjuk Allah. Dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti sia-sialah amal yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-An’am: 88)

Menurut ar-Raghib al-Asfahaniy, syirik terbagi menjadi dua:

  1. Asy-Syirk al-Akbar. Syirik besar adalah syirik dalam bidang keyakinan, yaitu meyakini adanya Tuhan selain Allah atau menyekutukan Allah dengan makhluk ciptaan-Nya dalam hal ketuhanan.
  2. Asy-Syirk al-Ashgar. Syirik kecil yaitu menyekutukan Allah dalam tujuan beribadah atau beramal kebaikan yang tujuannya untuk memperoleh pujian dari makhluk bukan mencari Ridha Allah.

Amal yang tidak ditujukan untuk Allah maka dia tidak akan pernah dapat istiqamah dalam kehidupannya karena dia hanya beramal apabila dilihat atau diketahui perbuatannya. Perbuatan ini merupakan puncak pembangkangan, kesombongan dan permusuhan kepada Allah.

Kedua – Takhayul. Selain syirik, kita juga harus menjaga diri dari takhayul, yaitu imajinasi tanpa dasar yang kuat. Kata takhayul berasal dari bahasa Arab al-khayal yang berarti bayangan atau angan-angan. Takhayul diartikan sebagai kepercayaan pada hal gaib atau ritual tertentu yang tidak memiliki dasar hukum dari Al-Qur’an maupun Hadits. Allah berfirman di dalam Surat Thaha ayat 66: Dia (Musa) berkata, “Silakan kamu melemparkan!” Tiba-tiba tali-temali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia (ular-ular itu) merayap cepat karena sihir mereka. (QS Thaha: 66)

Takhayul dapat mendorong seseorang untuk menganggap khayalan sebagai kebenaran. Sebagaimana contoh ayat tersebut, dimana “Tukang sihir Firaun menyihir setiap mata para penontonnya, sehingga seolah mata mereka melihat tali dan tongkat mereka menjadi ular. Termasuk Musa ‘alaihis salam, terbayang dalam diri beliau, tali dan tongkat mereka menjadi ular”.

Menyakini takhayul dapat merusak akidah karena mengalihkan keimanan dan ketergantungan manusia dari Allah kepada makhluk. Sehingga takhayul sangatlah berbahaya karena dapat menjerumuskan pada perbuatan syirik.

Lantas bagaimana agar kita tidak terjerumus pada syirik dan tahayul? Solusinya yaitu dengan mengkondisikan diri untuk selalu ingat/dzikir kepada Allah. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda: Dari ‘Abdullâh bin Busr Radhiyallahu anhu berkata, “Seorang Badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, ‘Wahai Rasûlullâh, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak pada kami. Beritahukanlah kepada kami sesuatu yang kami bisa berpegang teguh kepadanya?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah lidahmu senantiasa berdzikir kepada Allâh.'” (HR. At-Tirmidzi)

Demikian sekelumit khutbah yang kami sampaikan, semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan, kemudian bimbingan, serta keistiqomaan sehingga selalu terjaga semangat kita dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Amiin … Amiin … Yaa Robbal ‘Alamiin

Penjelasan secara terperinci terkait hal tersebut dapat dilihat dalam materi Khotbah / Khutbah Jum’at di bawah ini

Sumber : Group Whatsapp Majelis Tabligh PDM Bantul
tombol-unduh-download-pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *