
Allah telah berfirman dalam surat At Tahrim Ayat 8 sebagai berikut : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orangorang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
Kita tidak mungkin terlepas dari kesalahan dan dosa. Maka sudah seharusnya kita selalu memohon ampunan dan maghfirah kepada Allah. Sangat naif dan tercela jika terdapat seorang hamba yang tak mau mengakui kekurangan, kesalahan, dan dosa yang dia telah dilakukan. Dari ayat tersebut diatas kita diajarkan untuk senantiasa bertaubat kepada Allah atas segala dosa yang telah diperbuat, yakni dengan melakukan taubatan nasuha. Lalu apa yang dimaksud dengan taubatan nasuha itu? Taubatan nasuha adalah taubat dengan sungguh sungguh atau semurni murninya atas perbuatan dosa yang telah dilakukan. Di dalam taubat nasuha terdapat beberapa syarat utama yang harus dilakukan, yaitu:
- Berhenti dari perbuatan dosa, yakni benar benar berhenti dan tidak akan melakukannya lagi. Jangan hanya menyatakan “kapok”, jangan hanya hanya “kapok Lombok” (sebuah ungkapan Jawa yang menggambarkan orang yang memakan sambal, kepedesan tetapi mengulanginya lagi).
- Menyesali perbuatan dosa, yaitu harus benar-benar menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan. Menyesal Adalah bagian dari taubat yang tak dapat ditinggalkan.
- Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya, yaitu memiliki azam/tekad yang kuat di dalam hati untuk tidak mengulangi perbuatan dosa atau maksiat yang pernah dilakukan. Kebulatan tekad akan menguatkan hati untuk menjauhi setiap peluang dan akses yang akan memancing untuk mengulangi perbuatan dosa.
- Jika dosa yang dilakukan berkaitan dengan orang lain (haqul adami), maka harus memohon maaf, dan mengembalikan haq nya.
- Taubat harus dilakukan dalam keadaan kondisi saat masih normal, bukan saat ajal menjelang. Sebagaimana Allah telah berfirman, Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (QS At taubah 117) Jamaah jum’at rahimakumullah Orang yang mau bertaubat akan mendapatkan keutamaan, diantaranya yaitu mendapatkan keberuntungan. Sebagaimana firman Allah di dalam QS An Nur ayat 3; Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Sungguh karunia yang sangat besar bagi orang-orang mau bertaubat, karena Allah akan memberikan keberuntungan. Maka tidak sepantasnya kita berputus asa dari rahmat dan maghfirah Allah. Seberapapun besar dosa yangpernah kita lakukan, ampunan Allah jauh lebih besar jika kita benar-benar bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya. Rasulullah telah bersabda dalam Hadits Qudsi : “Allah berfirman, ‘Hai anak Adam, sesungguhnya selagi engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni dosa yang ada padamu dan aku tidak peduli. Hai anak Adam, seandainya dosa-dosamu setinggi langit (begitu banyak), kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni. Hai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku tanpa menyekutukan-Ku dengan apa pun, pasti Aku akan menemuimu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi).
Demikian jamaah sekalian, semoga kita termasuk golongan orang orang senantiasa beriman bertaqwa kepada Allah, dan senantiasa bertaubat kepada-Nya. Aamiin.
Penjelasan secara terperinci terkait hal tersebut dapat dilihat dalam materi Khotbah / Khutbah Jum’at di bawah ini
Sumber : Group Whatsapp Majelis Tabligh PDM Bantul
![]()
