April 21, 2026
ramadhan-kareem
Ilustrasi bulan Ramadhan yang mulia – Freepik

Tidak terasa Ramadhan semakin dekat, bulan yang penuh kemuliaan yang kehadirannya selalu dinantikan. Didalamnya terdapat sebuah ibadah yang wajib kita lakukan yaitu PUASA.

Ayat QS. Al Baqarah: 183 menjelaskan tentang diwajibkannya satu bentuk ibadah yang disebut PUASA (aṣ-ṣiyām) bagi orang-orang beriman, sebagaimana telah diwajibkan kepada orangorang sebelum mereka. Dalam penjelasan fikih, puasa yaitu menahan diri untuk tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan suami isteri dan hal-hal lain yang membatalkan puasa dari sejak fajar terbit hingga matahari terbenam

Di dalam sebuah hadist disebutkan bahwa ibadah puasa juga merupakan salah satu pilar dalam bangunan Islam.

Poin-poin penting di dalam ayat QS. Al Baqarah: 184 adalah:

  1. Ayyāmam ma‘dūdāt(in). Merupakan keterangan waktu yang menjelaskan masa pelaksanaan puasa yang diwajibkan yaitu selama bulan Ramadhan
  2. Faman kāna minkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar(a). Dijelaskan tentang 2 (dua) macam kondisi yang menyebabkan seseorang diberikan rukhshah/keringan untuk tidak melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, dengan ketentuan menggantinya pada hari yang lain di luar bulan Ramadhan, yaitu (1) orang yang sakit dan (2) orang yang sedang safar (perjalanan jauh).
    Bagi dua macam kondisi tersebut, jika mengakibatkan seseorang terkendala/berat untuk melaksanakan puasa Ramadhan, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa, danbaginya harus meng-qada puasa sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkannya.
  3. Wa ‘alal-lażīna yuṭīqūnahū fidyatun ṭa‘āmu miskīn(in). Dijelaskan tentang orang yang diberi rukhshah karena berat menjalankan puasa (yuthiqunahu), maka sebagai gantinya diwajibkan baginya membayar fidyah. Yang termasuk dalam kondisi ini diantaranya adalah : wanita hamil dan menyusui, lanjut usia, orang yang sakit menahun yang sulit sembuh, dan lain sebagainya.
  4. Faman taṭawwa‘a khairan fahuwa khairul lah(ū). Menjelaskan tentang ketentuan fidyah yaitu memberi makan satu orang miskin dalam setiap harinya, akan tetapi siapa yang memberi makan kepada lebih dari seorang miskin untuk sehari, itu lebih baik.
  5. Wa an taṣūmū khairul lakum in kuntum ta‘lamūn(a). Pada akhir ayat 184 surat Al Baqarah ini merupakan penegasan tentang nilai spiritual dan makna simbolik yang mendalam dari ibadah puasa, serta mengantisipasi kemungkinan seseorang yang mudah memutuskan untuk meninggalkan puasa karena sebuah udzur. Ringkasnya adalah: dalam kondisi tertentu dan ternyata seseorang masih mampu dan ‘aman’ untuk melaksanakan puasa, maka itu lebih baik/lebih utama daripada meninggalkannya.

Semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan, mengkaruniakan umur panjang dan kesehatan kepada kita, sehingga kita mendapatkan kesempatan berjumpa dan meraih kemuliaan Ramadhan tahun ini. Aamiin

Penjelasan secara terperinci terkait hal tersebut dapat dilihat dalam materi Khotbah / Khutbah Jum’at di bawah ini

Sumber : Group Whatsapp Majelis Tabligh PDM Bantul
tombol-unduh-download-pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *