
Al Qur’an bukan hanya kitab bacaan, namun ia adalah kitabul hidayah (buku petunjuk hidup) yang diturunkan Allah kepada umat manusia yang didalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan, menurunkan berkah, mendatangkan rahmat, dan cahaya menuju jalan yang lurus. Al Qur’an juga merupakan obat mujarrab dan penyembuh segala penyakit dada (jiwa) dan mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya yang terang benderang
Al Qur’an adalah sumber petunjuk yang sempurna, membimbing manusia menuju kebenaran, keadilan, dan kebaikan dalam segala aspek kehidupan. Ia adalah cahaya penerang di tengah kegelapan kebodohan dan kesesatan. Tanpa Al Qur’an, manusia akan tersesat dan kehilangan arah dalam mengarungi samudera kehidupan yang penuh cobaan dan godaan.
Kehidupan seorang Muslim yang sesungguhnya adalah kehidupan yang senantiasa berinteraksi dengan Al Qur’an. Interaksi ini tidak hanya sebatas membaca, namun lebih dari itu, yaitu memahami, mentadabburi, mengamalkan, serta mendakwahkannya. Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Al Qur’an adalah kitab yang diturunkan agar manusia mentadabburi ayat-ayatnya dan mengambil pelajaran darinya. Tadabbur adalah merenungkan makna-maknanya, memahami hukum hukumnya, serta mengambil hikmah di dalamnya. Dengan tadabbur, hati akan hidup, iman akan bertambah, dan ketaatan akan terpupuk.
Sungguh, orang yang hidup bersama Al Qur’an akan senantiasa merasakan ketenangan jiwa, mendapatkan petunjuk yang lurus, dan akan terhindar dari kesesatan di dunia ini. Al Qur’an adalah cahaya yang menerangi jalan kita di kehidupan dunia yang fana ini. Al Qur’an memiliki peran sebagai cahaya yang akan menyinari kita di alam akhirat kelak.
Di hari Kiamat, ketika tidak ada lagi penolong kecuali Allah dan apa yang diizinkan-Nya, Al Qur’an akan datang sebagai pembela dan pemberi syafa’at bagi orang-orang yang senantiasa membacanya, mentadabburinya, dan mengamalkan ajaran-ajarannya. Ia akan menjadi saksi kebaikan bagi kita di hadapan Allah.
Maka, sungguh merugi orang-orang yang melalaikan Kitabullah, yang menjadikan Al Qur’an hanya sebagai pajangan di rumah, atau sekadar dibaca tanpa ada usaha untuk memahami dan mengamalkan isinya. Oleh karena itu, mari kita perbaharui tekad kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Al Qur’an. Jadikanlah ia sebagai wirid harian kita, sisihkanlah waktu khusus setiap hari untuk membacanya, merenungkan maknanya, dan berusaha memahami pesan-pesan ilahiyah didalamnya. Ajarkanlah Al Qur’an kepada keluarga kita, anak-anak kita, agar mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang hatinya selalu terpaut dengan kalamullah.
Semoga Allah senantiasa membimbing hati kita untuk mencintai Al Qur’an memudahkan lisan kita untuk membacanya, memudahkan akal kita untuk memahaminya, serta menguatkan anggota tubuh kita untuk mengamalkan ajarannya.
Penjelasan secara terperinci terkait hal tersebut dapat dilihat dalam materi Khotbah / Khutbah Jum’at di bawah ini
Sumber : Group Whatsapp Majelis Tabligh PDM Bantul
![]()
