April 30, 2026

hidup-hedon

Tak dapat dipungkiri bahwa pada saat ini begitu banyak godaan duniawi yang dapat merusak sendi sendi kehidupan manusia. Jika tidak berhati hati atau tidak memiliki landasan ruhiyah yang kuat, manusia sangat rentan tergoda dan terperosok dalam hedonisme, yaitu pandangan hidup yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materialistik sebagai tujuan utama. Dalam pandangan Islam hedonisme adalah gaya hidup yang tercela karena fokus pada kesenangan duniawi secara berlebihan dan melupakan kebahagiaan haqiqi di akhirat.

Fokus manusia harusnya adalah pada kebahagiaan hakiki di kampung akhirat, dengan catatan bahwa kebahagiaan dunia juga diusahakan dan tidak dilupakan. Agar manusia tidak terjerumus dalam hedonisme, Islam memberikan solusi diantaranya:

Pertama, Menjaga keimanan agar tetap kokoh. Keimanan manusia itu kadang mengalami pasang surut “Al imanu yazidu wa yanqush”. Iman bertambah seiring dengan ketaatan dan berkurang seiring dengan kemaksiatan yang dilakukan manusia. Maka menjalani Islam secara totalitas/kaffah adalah langkah tepat dalam menjaga kokohnya iman.

Jika tidak kaffah dalam ber-Islam, ajaran agama hanya dipakai sebagian, itu sama saja sudah menduakan, dan hal tersebut menjadi identifikasi lemahnya iman, yang jika tidak segera disadari bahkan dapat menjerumuskan kepaada kekafiran.

Kedua, Selalu mensyukuri nikmat Allah. Nikmat yang dikaruniakan Allah tidak terbatas pada hal-hal yang sifatnya materi/harta saja, tetapi nikmat Allah melingkupi banyak hal yang sangat banyak, yang kita tidak akan sanggup menghitungnya.

Menjadi pribadi yang besyukur akan menghindarkan manusia dari perilaku hedonisme. Landasan keyakinan bahwa dengan mensyukuri nikmat-Nya, maka Allah akan menambah-nambah nikmat tersebut, akan semakin menguatkan diri menjadi pribadi yang selalu bersyukur.

Ketiga, Memilih lingkungan dan komunitas yang baik. Lingkungan, rekan bergaul memiliki peran yang penting untuk menjaga diri dari perilaku hedonisme. Pertemanan, lingkungan, dan komunitas yang baik adalah yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.

Keempat, Tetap bersatu dan berdakwah. Menemukan komunitas yang baik tentu akan berkontribusi nyata dalam menjaga keistiqomahan kita. Bersatu untuk tujuan dakwah tidak hanya memiliki dampak pada diri sendiri, tetapi membawa kebaikan bagi lingkungan dan orang banyak. Bersama-sama meneguhkan diri untuk berpegang pada tali agama Allah tentu menjadi sebuah pegangan yang kokoh dalam kita menjalani kehidupan ini

Penjelasan secara terperinci terkait hal tersebut dapat dilihat dalam materi Khotbah / Khutbah Jum’at di bawah ini

Sumber : Group Whatsapp Majelis Tabligh PDM Bantul
tombol-unduh-download-pdf

1 thought on “Khotbah Jum’at : Teguh dalam Beragama, Mencegah Hedonisme

Leave a Reply to Kurnia w Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *