
Pada setiap tahun perayaan Hari Raya Idul Fitri, kita menemukan fenomena tradisi “Mudik Lebaran, Syawalan/Halal Bihalal”. Tradisi ini sudah mengakar kuat khususnya di Indonesia, dimana Hari Raya Idul Fitri dimaknai sebagai momentum untuk “BerSilaturahim/Silaturahmi” kepada keluarga, sanak-saudara, dan handai tolan.
Maka tidak perlu kiranya kita mempertangkan terkait keberadaan tradisi ini, karena substansinya adalah “Silaturahim/ Silaturahmi” sebagaimana yang diperintahkan Allah di dalam QS An Nisa : 1
Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. (QS An Nisa : 1)
Terdapat beberapa hikmah dan manfaat Silaturahim/Silaturahmi, diantara yaitu:
- Dilapangkan rezeki & dipanjangkan umur. Rasulullah Bersabda dalam sebuah hadits
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. (HR. Bukhari & Muslim)
Prof. Dr. Yunahar Ilyas dalam bukunya “Kuliah Akhlaq” menjelaskan bahwa, yang dimaksud dengan melapangkan rezeki dapat difahami secara obyektif. Karena salah satu modal untuk mendapatkan rezeki adalah hubungan baik dengan sesama manusia. Peluang-peluang bisnis akan semakin terbuka karena relasi yang luas dan terjalin dengan baik.
Sedangkan “dipanjangkan umurnya”, dapat maknai dalam pengertian yang sebenarnya, yaitu ditambah umurnya dari yang sudah ditentukan, tetapi terdapat juga pengertian bahwa yang dimaksud “dipanjangkan umurnya” memiliki makna simbolis, yaitu umur yang mendapatkan taufik dan keberkahan dari Allah. - Akan dijaga haknya oleh Allah. Abdurrahman bin ‘Auf berkata bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda, “Allah ’azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya.” (HR. Ahmad). Hadist ini menjelaskan bahwa dengan menjaga silaturahmi Allah akan menjaga hak kita, dan akan memutusnya jika kita memutuskan silaturahmi,
- Amalan Untuk Masuk Surga. Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasululullah pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab, “Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat,dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari) Hadist ini menegaskan tentang pentingnya menjaga tali silaturahmi, karena menjadi salah satu amalan yang akan memasukkan kita ke Surga
Demikian khutbah singkat yang dapat saya sampaikan, semoga dapat lebih menyemangati kita untuk senantiasa menjaga tali silaturami, yang karenanya kita akan mendapatkan banyak keutamaan. Aamiin.
Penjelasan secara terperinci terkait hal tersebut dapat dilihat dalam materi Khotbah / Khutbah Jum’at di bawah ini
Sumber : Group Whatsapp Majelis Tabligh PDM Bantul
![]()
